Kota Tua, Tapi Muda.

Kalau ke jakarta, wisatanya mana saja? Ancol? Pulau Seribu? Atau Monas?. Oh iya, kemarin saya berkunjung ke Kota Tua, orang-orang menyebutnya seperti itu, padahal, Museum Fatahillah.
Kalau ke Jakarta, wisatanya mana saja? Ancol? Pulau Seribu? Atau Monas?. Oh iya, kemarin saya berkunjung ke Kota Tua, orang-orang menyebutnya seperti itu, padahal, Museum Fatahillah. Tempat sejarah berharga bangsa Indonesia. Lumayan strategis, dan juga cukup unik. Kalau sore hari, makin banyak yang datang. Tempatnya luas. Ada yang sepedaan, adapula yang pacaran, dan adapula yang sepedaan sambil pacaran. "romantis sekali mereka, apa jadinya jikalau sudah cinta, tapi menikah dengan yang lainnya?". Begitulah hati saya.

Kalau ke jakarta, wisatanya mana saja? Ancol? Pulau Seribu? Atau Monas?. Oh iya, kemarin saya berkunjung ke Kota Tua, orang-orang menyebutnya seperti itu, padahal, Museum Fatahillah.

Oh iya, di sekiatar Museum ini ada Bus wisata, gratis bila ingin menaikinya, keliling Jakarta, tak perlu pakai touris pass seperti di Singapore, begitulah menariknya. Karena saya tahu, orang indonesia suka yang gratis-gratis. Tak apa, justru wisatawan jadi senang, toh untuk kemajuan bersama.

Kalau ke jakarta, wisatanya mana saja? Ancol? Pulau Seribu? Atau Monas?. Oh iya, kemarin saya berkunjung ke Kota Tua, orang-orang menyebutnya seperti itu, padahal, Museum Fatahillah.
Saat suudah menaiki bus, akan ada pemandunya, dia menjelaskan sepanjang perjalanan bagaimana sejarah bangunan tua dan juga keistimewan Jakarta. Pemandunya ramah, ganteng pula, sayangnya bukan cantik, jadi saya tidak tertarik. Sesekali menjelaskan, dia menyelipkan humor, sungguh pandai. Karena lelaki, humornya pun ada selipan menggoda seorang perempuan, tak apa, masih sopan, lagipula yang digoda adalah teman saya. Dia tidak duduk bareng saya, saya bersama seorang yang istimewa. Oh iya, ketika dia menggoda teman saya, dia pura-pura jatuh didekatnya, lalu bangun, ibu jari dan jari telunjuknya diperlihatkan olehnya, seperti isyarat orang menyebut fulus (uang), ohhh... ternyata bukan itu, ternyata adalah bahasa cinta orang korea. Semua tertawa, saya pun juga. Selamat datang di jakarta :)

Komentar

Popular Post

11 Tips Fotografi Saat Mendaki Gunung

6 peralatan fotografi landscape

Solo traveling & kata orang lain

Bukan Seberapa Jauh Kalian Pergi

Suka fotografi, kalau sudah besar mau jadi apa?