kepincut gunung bromo

gunung bromo bukanlah sekedar destinasi biasa. Tak ada yang menyangka jika pernah berkunjung kesini bakalan kangen ingin kembali. Sunrise dan segala macam isinya menawarkan suasana berbeda, itulah alasan mengapa tempat ini diidamkan banyak traveler didunia.
kepincut gunung bromo
so sweet...sayangnya ini bukan gue.hihi
liburan semester telah tiba, sejenak merefres diri dengan melihat bucket list. yess lombok, mantai. sungguh hal yang tak terduga, sang kawan dengan pintarnya menggoda:
"bromo yukkk?, mumpung liburan semester nihh".
berfikir lagi, "gue kan abis dari G.PRAU!, masa gunung lagi, enakan mantai deh kayaknya.."
mbah dukun dengan jurusnya, "kalau lombok mahal lohhhh...mendingan bromo ajaa, banyak spot uniknya".
kepincut gunung bromo
hmmm, dan iniiii, bukan gue juga.wkwk
terkadang rejeki traveling memang tak bisa disangka, tiba-tiba datang dan pergi, berasa seperti jailangkung.hehe
kalau ditanya: ko kamu jalan-jalan terus sihh? duitnya dari mana?. terkadang bingung sendiri jawabnya. tapi, ada satu hal, dunia traveling khususnya di indonesia belum begitu familiar, karena apa? hal ini masih dianggap suatu kegiatan yang memboroskan, dan tentunya tak berfaedah. tak heran jika beberapa destinasi indonesia masih banyak dijumpai turis mancanegara dibanding warga negaranya sendiri. dimana tuhh? tempat sebelah ko๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
kepincut gunung bromo
keindahan gunung bromo
selang seminggu "oke dahh kita ke bromo, gue cancel mantai-nya, tapi INGET!, urusan perut pikir sendiri-sendiri, hewan perut kita beda-beda"๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†padahal masih ambang antara lombok atau bromo.hehe

buat temen-temen yang akan merencanakan perjalanan, lebih baik lagi jika menyiapkan banyak planning. ingat!, karena liburan bareng, walaupun kelihatannya menekan biaya, bisa saja si A ngga jadi ikut, dan jangan lupa pantengin terus harga tiketnya.
kepincut gunung bromo
apalagi lihat yang kaya gini, harus lebih peka.wkwk
hari-H telah tiba, kumpul & berangkat dari jogja pukul 07.00 pagi, berharap bisa sampai bromo ngga kemaleman. sungguh diluar dugaan, MACET!. baru sampai solo saja sudah memakan waktu kurang lebih 3 jam, seharusnya 1,5 jam sampai. otomatis sampai dibromo bakalan memakan waktu lama. "busyettt, kaki berasa pegal, efek kebanyakan kopling๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… sempat berandai-andai, kalau ngga ngerem 5 jam pasti sampai!. tapi ngga masalah, namanya juga traveling, susah senang jangan dibayangin, tapi dinikmatin.
kepincut gunung bromo
setelah gue zooom, baru sadar kalau bapaknya sedang ngerokok.haha salah satu foto favorit gue tahun 2018

udah tau kan gue mahasiswa?, kalau ada yang bilang: pasti travelingnya ala mahasiswa, iya kan?, ngga juga. kita bacpacker ellit ko๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…✌✌

karena gue yang nyetir, sebelum masuk desa cemoro lawang (desa terakhir sebelum sampai di bromo) pukul 23:00 wib, "kok sepi, ini bener ngga sih? coba deh elu cek lagi GPS nya, siapa tau error atau sinyalnya". tanya gue ke temen
"bener ko, coba deh elu liat, masih mengarah kan?, namanya aja di gunung, pasti sepi, kalau rame, pasar burung namanya" jawab canda temen gue.
kepincut gunung bromo
battery kamera habis, ngga kehabisan akal, pakai smartphone, ngga bisa bedain kan? antara DSLR VS SMARTPHONE?.hehe
setelah melewati sirkuit sentul, ehhh maksudnya jalan sepi berliku-liku di cemoro lawang๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†, hal aneh pun dijumpai. ANTI MAINSTREAM!. dihadang dua orang bapak-bapak ditengah jalan, berasa ditilang polisi + mengira begal.hahaha.
ternyata gue salah, si bapaknya mau nawarin hotel, "sudah booking semuanya ko pa, makasih tawarannya" jawab gue sambil pergi
"perasaan kalau orang jualan, seandainya mau nawarin sesuatu ngga pernah kaya gitu, apalagi ini jaman modern, pesan hotel bisa dimanapun, tapi nggapapa, ini untuk pengalaman aja". dalam hati
kepincut gunung bromo
pakai smartphone lagi, kalau momentnya kaya gini, pakai burst mode, ibarat kamera DSLR nya continous shooting
kalau temen-temen ke bromo ketika berkendara malam hari, barangkali akan menjumpai hal yang sama, tapi entah juga, apa cuman gue ya? hihihi

sesampainya di-desa cemoro lawang, pas keluar dari mobil, "ehhh, ko dingin yaa? perasaan ini masih didesa, belum sampai ke gunung bromonya". tanya gue ke temen
"elu sihhh, ngapain juga masih pakai boxer๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…" saut teman.
karena kebiasaan ngga mau repot, akhirnya kemana-mana pakai boxer. ehh tapi kalo kondangan ngga ko wkwkw.
kepincut gunung bromo
pas backgroundnya mendung, ehhh malah jadi bagus
oiya hampir lupa, yang suka huting foto bakalan mubadzir kalau bawa kamera dan lensa segede hewan arab!. kenapa?, RIBET. kebayang kan nenteng-nenteng lensa dll. pokoknya berat. kecuali untuk kebutuhan kerja, wajib dibawa!. kalau gue si cukup bawa dua body kamera, lensa WIDE & TELE, kalau buat motret berasa sapu jagat.hehe
kepincut gunung bromo
ada yang tahu nama tempatnya ini apa? tebak 
lonceng perut berbubyi, tandanya kelaperan. tengok kanan kiri ngga ada warung buka. keluarlah ide cemerlang, ngebangunin si pemilik warung, dannnn...alhamdulilah mau.

pesen sate ayam + kopi, ditambah wifi-an, hmmm nikmat ngga ada duanya. selang beberapa menit, hadehhhh...mati lampu!, tamat sudahhhhh. hahaha
kepincut gunung bromo

disetiap perjalanan yang kita tempuh, tentu akan dapat pengalaman berharga, baik yang aneh, unik, kocak dll. jangan lupa untuk dinikmatin. suatu saat, kita bakalan teringat, dan satu-satunya cara, KUNJUNGI KEMBALI!.

ehhh, BTW ada yang tahu kenapa bapak-bapak di bromo sukanya pakai sarung?

Komentar

Popular Post

11 Tips Fotografi Saat Mendaki Gunung

Bukan Seberapa Jauh Kalian Pergi

Suka fotografi, kalau sudah besar mau jadi apa?

Solo traveling & kata orang lain

Traveling Ke Lombok Tanpa Kata Cuti