oleh oleh batik kontemporer yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu tempat favorit saya ketika traveling, anugerah alam dan budayanya membuat siapa saja tertarik ingin menilik ketempat ini, inilah yang menjadi ciri khas kota jogja yang sehingga banyak dikunjungi para traveler.
salah satu ciri khas dari kota jogja adalah batik kontemporer, mungkin sebagian orang banyak yang belum mengerti apa perbedaan batik tulis dan batik cap. Batik tulis atau biasa yang disebut batik kontemporer classic, mempunyai ciri khas produksinya menggunakan handmade atau manual. Inilah salah satu ciri khas dan keunikan dari batik tulis yogyakarta, karena proses pembuatan dilakukan dengan cara manual maka batik kontemporer meliki khas tersendiri dari pada batik yang lainnya. Apalagi para pembuat batik tersebut sudah memiliki pengalaman dengan jam terbang yang tinggi. Walaupun prosesnya hand made, namun batik kontemporer khas yogyakarta ini tembus di pasar international.
oleh oleh batik kontemporer yogyakarta
my photos @khafidmukriyanto (instagram)
Batik tulis pada proses pembuatannya cukup rumit, ika para pengrajin batik telah mulai menaburkan lilin kedalam kain, maka mulailah sesi pelukisan. Batik tulis mempunyai keruwetan tersendiri dimana desain corak dan gaya ditentukan oleh sang pelukis, salah satu foto di atas merupakan corak menyerupai bentuk Naga.
Proses demi proses dilalui, tak sekedar hanya melukis bentuk corak, namun juga diperlukan kegigihan serta konsentrasi yang cukup tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai selera konsumen. Setelah desain corak selesai, maka proses selanjutnya ialah sesi pewarnaan, warnanya pun tidak sekedar hanya pewarna biasa, namun menggunakan bahan alam yang sudah dicampur menggunakan bahan yang lain agar kualitasnya terjaga.
Pada proses pewarnaan tidak menggunakan mesin canggih layaknya pembuatan pakaian modern, ini adalah batik kontemporer maka prosesnya pun menggunakan manual. Pada saat sesi pewarnaan, perpaduan warna merupakan hal yang sangat penting, bahkan bisa dikatakan bahwa perpaduan warna mempunyai 50% keberhasilan, tidak heran jika pengrajin batik di yogyakarta ini berulang kali berusaha dan terus berinovasi agar produksinya diterima oleh pasar dan konsumen sebagai oleh-oleh khas Daerah Istimewa Yogyakarta.
oleh oleh batik kontemporer yogyakarta
Sesi selanjutnya ialah mengunci warna serta bentuk corak agar tidak mudah luntur, dalam hal ini yang dimaksud kunci bukanlah pintu, namun lebih spesifik menuju pada kualitas batik agar tak mudah luntur warnanya setelah dipakai oleh konsumen.
Menurut saya prosesnya cukup rumit dan harus bersabar, namun hasilnya memuaskan. Pada tahap terakhir membutuhkan lebih banyak fokus dan ketelatenan, yaitu tahap pemenuhan corak atau dalam bahasa jawa sering kali disebut "isi", jika tahap ini tak dilakukan maka batik yang dihasilkan hanyalah sebuah corak tanpa keindahan. Isi yang dimaksud ialah memberi tambahan motif pendukung agar terlihat elegan dan layak untuk dipakai, cara menambahkan "isi" pun masih handmade, hampir bisa disebut seperti tahap desain pertama namun lebih menuju kepada pemenuhan motif baik.
Mengisi motif batik tidaklah sembarangan semua orang bisa melakukannya, namun harus sesuai dengan tema dan corak desain, misalnya pada contoh video di atas maka coraknya diisi dengan motif bundar-bundar untuk memenuhi bagian motif bentuk naga, tentunya agar terlihat lebih elegan.
Setelah semua tahap telah selesai, selanjutnya, kain tersebut direndam dengan air yang di panaskan terlebih dahulu dengan dicampuri bahan pembantu agar kain dan lilin yang menempel tidak mudah pudar. Tahap terahir setelah perendaman, di jemur pada terik matahari agar lilin menempel dengan sempurna. Proses demi proses dilalui, maka tak heran jika harga dari batik kontemporer tersebut mahal, tetapi jika ingin membeli nya sebagai oleh-oleh khas yogyakarta jangan lupa untuk membeli yang banyak ya.hehe
 
Jika kamu bersama keluarga atau teman berkunjung ke yogyakarta, jangan lupa mampir dan membeli oleh-oleh khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komentar

Popular Post

11 Tips Fotografi Saat Mendaki Gunung

Solo traveling & kata orang lain

6 peralatan fotografi landscape

Suka fotografi, kalau sudah besar mau jadi apa?

Bukan Seberapa Jauh Kalian Pergi